This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Woensdag 29 Mei 2013

Dahlan Iskan Ogah Dilibatkan dalam Kericuhan Waisak



Menteri BUMN Dahlan Iskan. (Foto: Okezone)
Menteri BUMN Dahlan Iskan. (Foto: Okezone)
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menegaskan, yang mengadakan acara perayaan Waisak yang jatuh pada 26 Mei di Candi Borobudur bukan dari pihak BUMN. Perayaan tersebut digelar oleh Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi).

“Waisak ricuh itu bukan BUMN, tapi Walubi, itu persatuan Budha yang mengadakan," kata Dahlan, seusai Rapat Kerja di ruang rapat Komisi VI DPR, Jakarta, Rabu (29/5/2013) Malam.

Seperti diketahui, seperti tahun-tahun sebelumnya, perayaan Waisak di Candi Borobudur tahun ini menarik banyak wisatawan. Sayangnya, kesakralan hari suci umat Buddha ini menjadi ternodai karenanya.

Tahun ini, Candi Borobudur tetap dibuka untuk umum saat prosesi Waisak. Ribuan turis, baik lokal maupun mancanegara, memadati candi yang terletak di Magelang, Jawa Tengah, ini. Kebanyakan turis mengaku menanti ritual pelepasan seribu lampion, yang menjadi penanda berakhirnya prosesi Waisak tahun ini.

Pantauan Okezone pada Sabtu, 25 Mei pukul 14.00 WIB, jalanan menuju Taman Wisata Candi Borobudur sudah padat dan macet. Padahal, saat itu sedang ada prosesi kirab biksu dari Candi Mendut ke Candi Borobudur, salah satu bagian dari prosesi Waisak.

Memasuki kawasan Candi, antrean di gerbang mengular. Tampaknya, tahun ini adalah tahun teramai perayaan Waisak di Borobudur. Sebagian turis berasal dari Jakarta dan sekitarnya, tak hanya dari Jawa Tengah atau Yogyakarta.

Pelataran Candi Borobudur sudah dialasi karpet kuning. Karpet yang seharusnya menjadi tempat duduk para umat Buddha justru dipenuhi turis, sebagian besar anak muda yang tidur-tiduran sambil bercanda ria. Jumlah turis bahkan lebih banyak dibandingkan umat Buddha yang ingin beribadah hingga cukup mengganggu kekhusyukannya.

http://economy.okezone.com/read/2013/05/30/209/814798/dahlan-iskan-ogah-dilibatkan-dalam-kericuhan-waisak

Sidang Perdana Hercules, 700 Polisi Siaga


JAKARTA - Sebanyak 700 aparat kepolisian gabungan dari Polres Jakarta Barat dan Polda Metro Jaya, akan mengamankan sidang perdana Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB), Hercules Rozario Marshall, di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat, Kamis (30/5/2013).

"Total keseluruhan anggota gabungan sekitar 700 personil yang akan mengamankan sidang Hercules," kata Wakapolrestro Jakarta Barat, AKBP Widodo saat dihubungi.

Menurut Widodo, sidang pria asal Flores itu akan dimulai sekitar pukul 11.00 WIB. "Kami apel di Pengadilan Negeri Jakarta Barat mulai pukul 09.00 WIB. Sidang kemungkinan mulai pukul 11.00 WIB," lanjutnya.

Pengamanan sidang Hercules akan berlangsung sangat ketat. Pasalnya, kepolisian menganggap Hercules bukan preman biasa.

"Persidangan Hercules ini sudah setara dengan persidangan teroris sekelas Amrozi. Hercules itu preman besar, bukan preman kelas teri. Dia ini ikan paus," tutur Widodo.

"Potensi ricuh bisa saja terjadi. Anak buahnya dan lawannya pasti banyak yang datang," pungkasnya.
Hercules ditangkap jajaran Polres Jakarta Barat dan Resmob Polda Metro Jaya di Perumahan Kebon Jeruk Indah, Jalan Kompleks Kebon Jeruk Indah II, Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat pada 8 Maret lalu. Dia diduga terlibat dalam aksi premanisme di Jakarta.

http://jakarta.okezone.com/read/2013/05/29/500/814727/sidang-perdana-hercules-700-polisi-siaga

Beri Jokowi Kesempatan Benahi Ibu Kota


 


Joko Widodo
Joko Widodo
JAKARTA - Baru tujuh bulan menjabat, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo sudah mendapat rintangan yang besar. DPRD DKI Jakarta mencoba menggoyang pria yang akrab disapa Jokowi itu dengan melayangkan hak bertanya soal Kartu Jakarta Sehat (KJS).

Selain itu, gaya kepemimpinan Jokowi yang lebih sering blusukan ke kampung-kampung juga kerap mendapat kritik dari politikus Kebon Sirih. Mereka menilai, Jokowi hanya mendulang citra dari kegiatan itu.

Tokoh masyarakat betawi, Dani Anwar mengatakan, warga Ibu Kota sangat berharap di bawah kepemimpinan Jokowi ada perubahan. Nyatanya, saat ini belum ada perubahan signifikan yang bisa dibuat Jokowi.

"Tapi memang, untuk membenahai Jakarta bukan urusan mudah, perlu kesabaran semua pihak," kata dia kepada Okezone, Rabu (29/3/2013) malam.

Hanya saja, kata dia, mungkin sebagian orang termasuk DPRD DKI mengantongi catatan yang menyebabkan kesabaran itu hilang. "Karena program KJS itu kelihatannya menimbuklkan masalah secara teknis di lapangan," ujarnya.

Dia mencontohkan, masalah yang ada di program KJS seperti tarif yang belum disesusiakan menyebabkan dokter mengeluh, atau pembayaran klaim rumah sakit oleh pemerintah daerah terlambat. "Hal tekhnis seperti itu menyebabkan sebagian orang  mempertanyakan," terangnya.

Kendati demikian, Dani yakin jika hak bertanya dewan tidak akan berdampak pada impeachment. Dani menganggap hak bertanya atau interpelasi dari dewan itu wajar. Jadi, lanjutnya, tida perlu dikhawatirkan akan berujung pada pelengseran selama Jokowi bisa menjelaskan.

Dani yang kini duduk sebagai anggota DPD itu berharap kepada masyarakat agar mengerti bahwa masalah di Jakarta sangat kompleks.

"Sejak Jokowi dilantik sampai sekarang kan baru tujuh bulan, setahun juga belum, kasih kesempatan dulu, tapi kalau dprd mau mempertanyakan ya boleh saja," pungkasnya.

http://jakarta.okezone.com/read/2013/05/30/500/814777/beri-jokowi-kesempatan-benahi-ibu-kota

Dahlan Iskan Kaget Ada yang Mau Beli Merpati Air



Ilustrasi. (Foto: Sindo Trijaya)
Ilustrasi. (Foto: Sindo Trijaya)
JAKARTA - Kabar gembira tengah dirasakan oleh maskapai penerbangan pelat merah, yakni PT Merpati Nusantara Airlines. Pasalnya, saat ini PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) berencana membeli saham penerbangan pelat merah tersebut. Nilai yang ditawarkan adalah Rp800 miliar.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengatakan, bahwa untuk saat ini, dirinya tetap fokus terhadap resstrukturisasi terhadap Merpati.

"Selama ini saya fokus restrukturisasi, tapi kemarin ada informasi ada yang berminat membeli Merpati, saya kaget ada yang berniat membeli Merpati," kata Dahlan seusai Rapat Kerja di ruang rapat Komisi VI DPR, Jakarta, Rabu (29/5/2013) Malam.

Dahlan menjelaskan, dirinya masih penasaran atas tindakan CMNP yang ingin membeli saham Merpati. Karena dapat kita ketahui, Merpati memiliki utang yang besar dan beberapa armadanya memiliki umur yang sudah terbilang harus diistirahatkan.

"Dengan utang yang begitu besar, dengan penerbangan yang masih sulit, mana ada sih orang yang mau masuk ke merpati dengan kondisi yang seperti sekarang," imbuh Dahlan.

Tidak hanya itu, Mantan Dirut PLN itu mengakui belum menerima dan membaca surat pengajuan pembelian yang diajukan oleh CMNP ke Kementrian BUMN. "Saya belum membaca suratnya, saya belum tahu di siapa saat ini suratnya," tegasnya.

Jawara UN se-Indonesia dari Bali, Kadek Devi Belajar Hingga Dini Hari

Gede Suardana - detikNews
Ni Kadek Devi Apriyanti
Denpasar, - Meraih prestasi dengan perjuangan berat dilalui oleh jawara UN tingkat SMU se-Indonesia asal Bali, Ni Kadek Devi Apriyanti. Belajar hingga larut dini hari dijalani untuk menjadi yang terbaik.

Kadek Devi, bersorak gembira dinobatkan menjadi jawara UN tingkat SMU se-Indonesia. Nilai nyaris sempurna diraihnya.

Kadek Vani, siswa SMU Negeri 4 Denpasar mengumpulkan nilai rata-rata 9,87 dari enam mata pelajaran yang diujikan. Lima dari enam mata pelajaran nilainya sempurna 10, hanya mata pelajaran bahasa Indonesia yang memperoleh 9,2.

Kadek Devi, gadis asal Nusa Dua, Bali. Ia bersekolah di SMU favorit di Pulau Dewata. Rumahnya dari sekolah berjarak 30 kilometer, ia memilih kost di belakang SMU Negeri 4 Denpasar.

Menghadapi UN, Kadek Devi menempuh berbagai trik yang menunjang konsentrasinya belajar. Salah satu musik yang menjadi andalan saat belajar adalah lagu-lagu yang meluncur dari suara boy band asal Korea, yaitu Bong Bang.

Siswi kelas 12 IPA 3 menempati kamar berukuran 3x4 meter. Di dalam kamar hanya dilengkapi kasur lengkap bantal guling, almari pakaian dan sebuah meja belajar.

Menghapal berbagai rumus, Kadek Devi yang bercita-cita kuliah di Kedokteran Universitas Udayana ini menghiasi dinding kamarnya dengan aneka rumus, matematika, kimia, dan fisika. "Supaya gampang mengingatnya," ujarnya.

Menjelang UN, gadis kelahiran 1995 ini mengikuti program khusus di sekolahnya. Program ini diberikan sekolah kepada 20 siswa terbaik di sekolah yang kerap menelurkan jawara UN.

Dengan menetap sendiri di Denpasar, ia menghabiskan seluruh waktunya untuk belajar. Bahkan, jelang UN ia asyik menekuni menyimak buku-buku dan aneka soal hingga jam lima pagi. "Saya pernah telat masuk sekolah karena belajar sampai jam 5 pagi," selorohnya.

http://news.detik.com/read/2013/05/30/053808/2259795/10/jawara-un-se-indonesia-dari-bali-kadek-devi-belajar-hingga-dini-hari?991101mainnews

Sosok Zainal Nur Rizki di Mata Sang Bunda Uga Wiranto

Ikhwanul Khabibi - detikNews
Almarhum Zainal Nur Rizki (dok Hanura)
Jakarta - Kehilangan anak untuk selama-lamanya menimbulkan kesedihan tersendiri bagi seorang ibu. Rughaiyah Usman kini hanya bisa mengenang dan menceritakan kembali sosok putra satu-satunya yang baru saja meninggal.

"Dia sebagai anak apalagi laki-laki tentunya baik, kadang-kadang bandel, kan biasa. Tapi pada akhirnya dia memilih untuk sekolah di UGM dan ikut kakak iparnya siar agama. Dia tertarik mendalami agama, " ujar Rughaiyah Usman yang akrab disapa Uga Wiranto selepas acara pengajian di kediamannya di Jl Palem Kartika 21, Bambu Apus, Jakarta Timur, Rabu (29/05/2013).

Dua minggu yang lalu, Zainal sempat pulang untuk mengurus perpanjangan paspornya. Saat itu tiba-tiba Inal --sapaan akrab Zainal-- meminta untuk mencucikan kaki bapak dan ibunya. Tanpa menaruh perasaan apa-apa, Uga dan Wiranto mengizinkan putranya untuk mencuci kaki mereka.

"Pada saat dia memilih menikah, istrinya usia 15 tahun, mereka belum pernah bertemu, belum pernah melihat mukanya, rela untuk dimintakan orang tua melamar istrinya. Baru saja menikah kemarin. Itu yang membuat saya terhibur, dia sudah sempurna, dari kecil dewasa dan sempat melaksanakan menikah," jawab Uga ketika ditanya kenangan yang paling membekas tentang Zainal.

Zainal menikah pada 13 Maret 2013. Dia menikahi Salsabila yang saat itu baru berusia 15 tahun. Mereka melangsungkan pernikahan di Afrika Selatan.

"Dia senang nyanyi, baca puisi dan baca Al qur'an. Meski belum hafal Al qur'an, dia setiap hari menghafal hadis-hadis, dia juga belajar bahasa urdu dan arab," kenang istri purnawirawan TNI itu.

Zainal Lahir di Gorontalo, 8 Maret 1990. Anak bungsu dari 3 bersaudara ini lebih banyak mengenyam masa pendidikan di Jakarta. Inal kecil belajar di SD Al Azhar, setelah itu dia melanjutkan ke SMP Sudirman.

Di tengah perjalanan masa SMP, Zainal pindah ke Sentul Boarding School. Masa SMA dihabiskannya untuk bersekolah di SMA Lab School Rawamangun.

Inal pernah mengenyam pendidikan di Universitas Gajahmada Yogyakarta. Selama 1 semester dia belajar Ilmu hukum internasional. Akhirnya Zainal Nur Rizki memutuskan untuk memperdalam ilmu agama di Perguruan Tinggi Ilmu Agama Islam Darul Uloom Zakariyya, Johanesburg, Afrika Selatan.


http://news.detik.com/read/2013/05/30/063837/2259801/10/sosok-zainal-nur-rizki-di-mata-sang-bunda-uga-wiranto?991101mainnews

Yuk, Berkunjung ke Pabrik Percetakan Uang RI di Karawang


http://images.detik.com/content/2013/05/30/5/uangtumpuk.jpg
Jakarta - Indonesia punya pabrik pencetak uang kertas dan logam sejak tahun 1971. Di bawah naungan Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri), kebutuhan uang di dalam negeri bisa dipenuhi.

Kali ini detikFinance memperoleh kesempatan berharga untuk berkunjung ke pabrik pencetak uang di Kecamatan Ciampal, Karawang, Jawa Barat, dan mewawancarai Direktur Utama Peruri Prasetio.

Pabrik seluas 202 hektar ini bisa dicapai dengan jangka waktu 1,5 jam hingga 2 jam perjalan darat dari Jakarta. Memasuki area pabrik, sistem dan prosedur pengamanan terlihat sangat ketat. Prosedur pendataan pengunjung pun dilakukan.

Didampingi petugas Peruri, detikFinance diajak berkeliling area pabrik. Kepala Biro Komunikasi dan Administrasi Peruri Sigit Y. Gunarto yang ikut menjelaskan, di area pabrik terdapat beberapa unit bangunan percetakan.

Bangunan tersebut terdiri dari percetakan untuk uang kertas, uang logam, kertas berharga non uang hingga tintas security kelas dunia. Semua bangunan terletak terpisah dengan pengamanan super ketat dan modern.

“Area pabrik luas, namun yang baru dimanfaatkan hanya 40%, sisanya 60% belum dimanfaatkan,” kata Sigit kepada detikFinance di Pabrik Peruri, Karawang Jawa Barat, Rabu (29/5/2013).

Di area pabrik ini, Sigit mengaku masih terdapat binatang liar seperti babi hutan dan monyet yang kadang lalu lalang dan masuk ke area pabrik. Dari pantauan, tampak pabrik ini di kelilingi oleh sungai, semak-semak, pepohonan tinggi dan kawasan industri Mitra Karawang.

Meskipun masih terdapat bintang liar, pabrik ini tampak modern dengan bangunan relatif baru dan terawat. Mesin yang digunakan pun terus dilakukan pembaruan hingga bisa menghasilkan setidaknya 7 miliar biliet uang kertas dan 1,9 miliar keping uang logam per tahun.

Di pabrik ini juga, dihasilkan produk dokumen security lainnya seperti tinta keperluan percetakan uang dan dokumen berharga, kemudian ada paspor, pita cukai, sertipikat tanah, materai, perangko, ijazah hingga e-money.

Sesekali, terlihat puluhan mobil besar berwarna biru miliki Bank Indonesia (BI) memasuki area pabrik. Mobil ini secara rutin dan terjadwal mengambil uang kertas dan logam serta mengantarkan bahan baku kertas uang untuk dicetak di area percetakan milik Peruri.

Tak hanya itu, detikFinance pun memperoleh kesempatan menengok proses produksi di gedung Percetakan Uang Kertas. Kawasan ini, merupakan area paling ketat di antara bangunan percetakan milik Peruri.

Meskipun semua area percetakan dan bangunan dipagari secara berlapis serta dibentengi sensor gerak dan kamera pengawas, pada area ini prosedur pengecekan dilakukan sangat super ketat. Untuk menengok proses produksi yang dilakukan selama 24 jam ini, tidak diperkenankan membawa elektronik apapun termasuk kamera.

Kepala Departemen Uang Kertas Peruri Nur Eko Djoko menyambut rombongan. Ia kemudian menunjukkan rangakaian proses dari awal produksi bahan baku uang hingga uang siap digunakan. Ia pun menjelaskan pada area ini, pengamanan dilakukan super ketat untuk tamu dan karyawan. Hal ini dilakukan untuk mencegah pelanggaran.

“Karyawan kalau waktu jam istirahat harus ke luar ruang produksi. Saat akan keluar, mereka di geledah secara manual hingga elektronik,” sebutnya.

Menkominfo: Publik Berhak Mendapatkan Informasi dan Hiburan yang Sehat


Jakarta - Menkominfo Tifatul Sembiring membuka Asia Media Summit ke 10 di kota Manado, Sulawesi Utara. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 400 delegasi yang berasal dari 40 negara-negara Asia, Afrika, Eropa, Timur Tengah dan Amerika Utara.

Disamping Tifatul tampak pula hadir Menteri Komunikasi dan Informasi Kamboja, Direktur Regional UNESCO Prof. Hubert Gijzen, Direktur AIBD Yang Binyuan, Dubes RRC untuk Indonesia dan para diplomat lainnya. Dalam sambutannya, Tifatul mengungkapkan betapa cepatnya perkembangan teknologi dan industri media, khususnya penyiaran yang bermigrasi ke digital.

"Hari ini lebih dari 85% negara telah bermigrasi kepada sistem televisi digital. Dan tentunya hal ini berimplikasi kepada model bisnis media, kreatifitas dan konten media," ujar Tifatul dalam rilis yang diterima detikcom, Rabu (29/5/2013).

Namun Tifatul juga mengingatkan betapa pentingnya mengemukakan nilai-nilai pendidikan dan pencerahan bagi publik --dalam konten penyiaran-- sebagai solusi dari masalah-masalah kemanusiaan. Jangan karena alasan kejar tayang dan pertimbangan rating, lalu media mengabaikan etika penyiaran dengan menyajikan konten-konten yang sensasional, dramatis dan traumatis.

"Saya harap media tetap menjaga idealisme, menghargai hak-hak publik untuk mendapatkan informasi dan hiburan yang sehat. Jadi harus bernilai edukasi dan menjadi inspirasi," pungkas Tifatul.

Pada sisi lain, Tifatul mengusulkan pentingnya tema literasi media untuk didiskusikan pada forum AMS ke 10 ini, agar bisa diseimbangkan antara kepentingan lembaga penyiaran dengan kepentingan publik.

"Saya berharap forum AMS di Manado kali ini bisa menghasilkan solusi-solusi dan rekomendasi penyelesaian masalah-masalah kemanusiaan dan perdamaian dunia. Saling bertukar pengalaman dan berbagi pengetahuan di bidang media tanpa mengabaikan kearifan lokal tempat kita berasal. Sampai jumpa di AMS ke -11 2014 di Jeddah, Saudi Arabia," tutup Tifatul.

http://news.detik.com/read/2013/05/30/013015/2259768/10/menkominfo-publik-berhak-mendapatkan-informasi-dan-hiburan-yang-sehat?991101mainnews

Berkas Lengkap, Luthfi Hasan Segera Disidang


Jakarta - Berkas kasus Luthfi Hasan rampung. Penyidik sudah menuntaskan pemberkasan kasus suap kuota sapi impor dan pencucian uang untuk mantan presiden PKS itu. Luthfi akan segera disidang.

"Sudah tahap dua, naik ke penuntutan," terang juru bicara KPK Johan Budi saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (30/5/2013).

Sejatinya masa penahanan Luthfi habis hari ini, namun Johan menegaskan, hal itu tak berarti dibebaskan. Berkas sudah lengkap dan ada penahanan di penuntutan.

"Akan segera disidang," tuturnya.

Berkas lengkap ini kabarnya setelah KPK menciduk Ahmad Zaki, orang dekat Luthfi. Zaki diciduk di Pengadilan Tipikor pada Rabu (29/5). Zaki langsung diperiksa intensif. Nama Zaki dipakai Luthfi atas beberapa aset miliknya. Zaki diduga ikut terlibat dalam perancangan penambahan kuota sapi.

http://news.detik.com/read/2013/05/30/083135/2259859/10/berkas-lengkap-luthfi-hasan-segera-disidang?9911012

Ketua DPRD Hilang, Helikopter Akan Tebar Makanan di Bukit Barisan



Tim SAR masuki Bukit Barisan untuk mencari peserta napak tilas (Dok; Budi S/Sindo TV) Tim SAR masuki Bukit Barisan untuk mencari peserta napak tilas (Dok; Budi S/Sindo TV)
PADANG - Pencarian peserta napak tilas yang hilang di hutan kawasan Bukit Barisan, perbatasan Kabupaten Solok dan Kota Padang, Sumatera Barat, dilakukan siang dan malam.

Hingga pagi ini belum ada kabar mengenai nasib sekira 30 peserta yang dinyatakan hilang sejak Minggu, 26 Mei 2013 tersebut. Salah satu di antaranya adalah Ketua DPRD Kabupaten Solok, Syafri Datuak Siri Marajo.

Bila hingga siang ini rombongan belum juga ditemukan, Bupati Solok Syamsul Rahim telah memerintahkan agar pencarian dilakukan menggunakan helikopter. Selain untuk mencari para peserta napak tilas, helikopter tesebut juga akan membawa makanan untuk diterjunkan ke lokasi diduga tempat keberadaan rombongan.

Para peserta diyakini sudah kehabisan bekal karena estimasi napak tilas hanya dua hari satu malam, yakni sejak Sabtu, 25 Mei 2013 hingga keesokan harinya. Namun, tiga hari dari target waktu yang ditentukan tersebut, sekira 30 orang belum sampai finis.

Wakil Komandan Batalion 133/Padang, Mayor Wahyudi Amri, menuturkan, posisi terakhir rombongan diketahui berada di Bukit Nurhida yang berjarak sekira 35 kilometer dari Kota Padang. Timnya sejak semalam sudah dikerahkan ke posisi tersebut. Dibutuhkan waktu setidaknya lima jam dari Kota Padang untuk sampai ke sana.

Wakil Bupati Solok Desra Ediwan menegaskan kembali pernyataan Bupati Syamsul Rahim bahwa napak tilas yang diikuti Syafri tidak terkait dengan jabatannya sebagai Ketua DPRD Kabupaten Solok.

Kata dia, kegiatan tersebut hanya mencari batas wilayah Kabupaten Solok dengan Kota Padang serta mencari jalan alternatif yang menghubungkan dua daerah tersebut.

Perjalanan tersebut juga tidak disertai oleh organisasi pecinta alam, melainkan hanya diikuti puluhan masyarakat Koto Sani dan tiga petugas Dinas Kehutanan Kabupaten Solok.


http://news.okezone.com/read/2013/05/29/340/814176/ketua-dprd-hilang-helikopter-akan-tebar-makanan-di-bukit-barisan